0views, 0 likes, 0 loves, 0 comments, 0 shares, Facebook Watch Videos from Tribun Jogja: Ini wajah Alun-alun Kidul di malam hari (ard) Surgamalam akan Anda dapatkan di sana. Jejeran gerobak tempura hingga becak berwarna-warni. Mengitari Alun-Alun Kidul sambil menikmati street food adalah hal terbaik pada malam hari di Kota Jogja. Dulu, Anda mungkin bisa melanjutkan perjalanan ke Plengkung Gading. Anda bisa naik ke Plengkung Gading untuk menikmati jalanan Jogja dari atas. Bilakamu ingin mencari suasana yang bagus untuk ngongkrong di malam hari saat berkunjung ke Joga, alun-alun Kidul adalah salah satu pilihan terbaik. Tempat ini berada di halaman belakang Keraton Jogja. Sebelum menjadi tempat rekreasi seperti sekarang, dulu alun-alun Kidul merupakan tempat latihan ketahanan bagi prajurit-prajurit Keraton. PaketWisata Jogja 2D1N , Tour 2 Hari 1 Malam , Jogja Tour Package 2 Days 1 Nights Harga Promo Murah Untuk Liburan Anda dan Keluarga . Lompat ke konten . CV Amanah Transporter. About Us. Sitemap; Wisata malam di Alun – alun Kidul; Perjalanan menuju Hotel & Cek In ( Free Program ) Hari Kedua Jogja Tour Package 2 Days 1 Nights – 2D1N : . Yogyakarta merupakan sebuah kota yang memiliki sejarah serta kebudayaan yang sangat kental, sehingga sampai dengan saat ini kota yang berjuluk kota pelajar ini selalu ramai dikunjungi para wisatawan yang datang dari berbagai belahan dunia. Sejarah yang menjadi bagian Yogyakarta salah satunya ialah sebagai tempat asal mula berdirinya salah satu organisasi terbesar di Indonesia yakni Muhammadiyah. Terlepas dari hal tersebut, jika kamu mengunjungi Yogyakarta tak lengkap perjalananmu jika belum mengunjungi Alun-Alun Kidul Yogyakarta. Yogyakarta memiliki Alun-Alun yang sangat luas sehingga terbagi menjadi dua bagian yakni Alun-Alun Kidul dan Alun-Alun Utara Alun-Alun Lor, kedua Alun-Alun tersebut dulunya mempunyai fungsi masing-masing. Kali ini saya akan membahas mengenai Alun-Alun Kidul yang terletak di sebelah selatan Keraton Yogyakarta, dengan ciri khasnya ialah hadirnya dua buah pohon beringin besar. Alun-Alun Kidul selalu ramai dikunjungi apalagi jika malam tiba, suasana berbeda akan tampak terasa. Banyak keseruan yang dapat kamu lakukan ketika berada di sini. salah satu pintu masuk menuju alkid. GoogleMaps. Sumber Simak juga 66 lokasi wisata di Jogja Berikut ulasan lengkap mengenai Alun-Alun Kidul Yogyakarta Lokasi Alun-Alun Kidul Lokasi Alun-Alun Kidul Yogyakarta berada di sebelah selatan Keraton, tepatnya berada di Jl. Alun-Alun Kidul, Patehan, Kecamatan Keraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rute menuju Alun-Alun Kidul Yogyakarta sangatlah mudah, lokasinya sangat mudah dijangkau dari berbagai arah. Selain itu tempat wisata yang satu ini berdekatan dengan Malioboro dan Tamansari. Jika kamu bergerak dari Nol Kilometer Yogyakarta hanya memerlukan waktu sekitar 15 menit dengan menggunakan andong atau becak. Atau jika menggunakan kendaraan pribadi tinggal mengarahkan kendaraanmu ke arah selatan menuju Jl. Pangurakan, Kemudian ketika tiba di perempatan belok ke arah timur, kamu akan melewati Alun-Alun Utara belok ke kanan terus lurus. Lalu kamu akan memasuki daerah keraton ketika melihat perempatan belok ke kiri terus lurus hingga kamu menemukan dua buah beringin besar di tengah lapangan. Jam Buka Alun-Alun Kidul Jam operasional Alun-Alun Kidul Yogyakarta dibuka setiap hari Senin hingga Minggu selama 24 jam nonstop. Jadi kamu dapat mengunjungi lokasi wisata bersejarah ini kapan saja kamu mau. Waktu terbaik mengunjunginya ialah ketika sore atau menjelang malam hari. jalur yang biasa digunakan jogging. GoogleMaps. Sumber Tiket Alun-Alun Kidul Tiket masuk Alun-Alun Kidul ini gratis, kamu hanya perlu mengeluarkan uang untuk membayar tiket parkir saja yakni sebesar Parkit motor dengan membayar Rp. per unit Parkir mobil cukup membayar Rp. per unit Simak juga Bukit Parang Endog, Menara Pandang Alami di pantai Selatan Fasilitas Alun-Alun Kidul Fasilitas umum yang ada di Alun-Alun Kidul Yogyakarta diantaranya Area parkir Toilet Warung-warung makanan dan minuman Penginapan Selayang Pandang Alun-Alun Kidul Yogyakarta ikon alun alun kidul yogyakarta. GoogleMaps. Sumber Sebelum kita bahas lebih jauh mengenai apa saja yang bisa kita lakukan ketika berada di Alkid Yogyakarta, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu tentang sejarah yang pernah terukir di area tersebut. Alun-Alun Kidul atau Alun-Alun Selatan juga dikenal dengan nama Alun-Alun Pengkeran Alun-Alun Belakang, Lokasinya berada di dalam benteng keraton, dengan ditanami dua buah pohon beringin di tengahnya. Pohon beringin tersebut dinamakan Supit Urang, dipagari dengan menggunakan ornamen yang berupa bulatan dan bentuk busur, pagar tersebut disebut juga Ringin Kurung. Selain kedua pohon ikonik tersebut ada pula Pohon Pakel Mangga serta Pohon Kweni, yang dipercaya melambangkan kedewasaan akil baligh dan keberanian wani. Alun-Alun Kidul ini berukuran sekitar 150×150 meter dengan lima bukaan sebagai jalan keluar masuk menuju lokasi. Yakni Jl. Langenastran Kidul, Jl. Langenastran Lor, Jl. Ngadisuryan, Jl. Patehan Lor, dan Jl. Gading. Kelima jalan tersebut melambangkan indera manusia. Fungsi utama Alun-Alun Selatan atau Alun-Alun Kidul ini dulunya sebagai tempat berlatih para prajurit Keraton juga sebagai tempat pemeriksaan pasukan menjelang upacara Garebeg. Alun-Alun tersebut dibangun olah Pangeran Mangkubumi, pendiri Kesultanan Yogyakarta yang mahir dalam ilmu filsafat maupun arsitektur. Keahliannya tersebut disalurkan dalam struktur ruang kesultanan Yogyakarta dengan memiliki simbol-simbol yang penuh makna. Bangunan-bangunan pendukung lainnya pun berdasarkan pada sumbu filosofis, garis imajiner yang membentang lurus antara Tugu Golong Gilig dan Panggung Krapyak, termasuk diantaranya Alun-Alun Kidul dan Alun-Alun Lor. Ragam Wisata Di Alun-Alun Kidul Yogyakarta 1. Suasana Yang Menenangkan hiasan langit indah di petang hari. GoogleMaps. Sumber Alun-Alun Kidul diyakini sebagai tempat istirahat Palereman bagi para Dewa, oleh sebab itu tempat ini oleh sebagian orang digunakan sebagai tempat Ngleremke Ati atau Menentramkan Hati. Suasananya memang sangat menenangkan, apalagi jika pagi hari dimana belum banyak orang yang datang memenuhi Alun-Alun Kidul Yogyakarta ini. Udara sejuk membasuh jiwa dan raga yang menginginkan kedamaian, dibalut dengan suasana yang penuh dengan karifan lokal dan bangunan bersejarah. Selain itu, banyak masyarakat sekitar yang sedang jogging mengelilingi alun-alun sambil menghirup udara segar yang diberikan. Di sekeliling Alkid berdiri beberapa bangunan dengan ornamen yang sangat menarik, sehingga tempat tersebut bukan hanya sebagai tempat rekreasi saja namun juga sebagai tempat wisata budaya juga. Apalagi jika malam hari, suasana akan berbeda dengan siang hari. Meskipun terasa mistis dan menyeramkan namun rasa tersebut sedikit terkikis dengan hadirnya warna warni lampu yang menarik di sekitar Alkid. 2. Mencoba Ritual Laku Masangin ritual laku masangin berhasil ketika dapat berjalan melewati jalan ini. GoogleMaps. Sumber Simak juga Bukit Tuamese, Rasa Raja Ampat di Pulau Timor Satu hal yang tak boleh terlewatkan ketika berada di Alkid Yogyakarta, yakni mencoba ritual Laku Masangin. Yakni kamu harus berjalan lurus menuju area pohon beringin dengan menutup mata. Hal tersebut memang terlihat sangat mudah, namun ternyata tak semudah apa yang kamu bayangkan. Konon katanya mereka yang berhasil melakukan Laku Masangin hanya orang-orang yang memiliki hati yang bersih. Jika kamu dapat terus berjalan lurus dan berhasil melewati jalan diantara kedua pohon beringin, maka segala keinginan dan hajatmu akan terkabul. Ritual Laku Masangin telah ada sejak zaman dulu, yang pada mulanya hanya dilakukan ketika melakukan Topo Bisu yang berlangsung setiap malam satu Syuro’. Tradisi Topo Bisu dilakukan oleh para prajurit serta abdi dalem dengan mengelilingi benteng tanpa berkata satu katapun. Tradisi tersebut dilakukan mulai dari halaman Keraton menuju Alkid dengan melewati kedua pohon beringin. Sebagai ritual untuk mencari berkah serta meminta perlindungan dari serangan musuh. 3. Naik Odong-Odong Istimewa odong odong lucu di alkid. GoogleMaps. Sumber Ketika mengunjungi Alun-Alun Kidul di malam hari suasananya akan sangat berbeda, waktu malam suasana di Alkid akan sangat ramai dan berwarna warni. Sekitar Alkid berderet odong-odong yang telah didesain memiliki lampu warna-warni yang sangat cantik dan menarik. Odong-odong tersebut ada yang bisa diisi oleh 2 orang sampai dengan 8 orang, harga sewanya pun berbeda yakni untuk yang berkapasitas dua orang membayar Rp. Rp. sedangkan yang berkapasitas 8 orang Rp. harga tersebut berlaku untuk satu kali putaran. Cara memainkanya ialah dengan mengayuh pedal yang terdapat di dalam odong-odong, layaknya seperti mengayuh becak. Wahana tersebut sudah ada sejak tahun 2013, penciptanya ialah kusir andong yang beralih menjadi tukang becak. Karena ingin dirubah menjadi sebuah wahana dan dapat menampung banyak, akhirnya didesain sedemikian rupa dan dipasang lampu karena di malam hari. mengelilingi alkid dengan mengayuh odong odong. GoogleMaps. Sumber 4. Kuliner Enak Simak juga Air Terjun Sidoharjo, tertinggi di Jogja Setelah lelah bermain odong-odong, isi kembali tenagamu dengan berwisata kuliner yang tersebar di sekitar Alkid, mulai dari makanan berat hingga jajanan-jajanan ringan. Untuk kamu yang ingin ngopi, tak jauh dari lokasi Alun-Alun Selatan ini terdapat sebuah cafe yang bernama Cafe Keroncong Alkid, sesuai namanya cafe ingin menghibur pengunjung yang datang dengan alunan musik keroncong. Penginapan Di Yogyakarta banyak sekali penginapan, hotel maupun homestay yang tak jauh dari tempat wisata. Harga yang ditawarkan pun tak terlalu menguras kantong, berikut beberapa referensi hotel atau penginapan untuk kamu yang mencari penginapan dekat dengan Alun-Alun Kidul Yogyakarta Rumah Roso Homestay, jarak dari Alkid hanya sekitar 300 meter saja harga yang ditawarkan pun hanya Rp. per malam. Fasilitas yang akan kamu dapatkan yakni kamar ber AC, Wifi, serta kamar mandi bersama. Penginapan Pugeran, fasilitas yang tersedia di penginapan ini diantaranya TV, dispenser, kamar mandi di dalam, dan kipas angin. Penginapan ini berjarak sekitar 1 km dari Alkid Yogyakarta. Harga yang ditawarkan sangat murah, yakni hanya Rp. sampai Rp. per malamnya. Hotel Puspita, harga yang ditawarkannya sekitar Rp. per malamnya. Dengan fasilitas yang bisa kamu dapatkan diantaranya TV, AC, serta kamar mandi di dalam. Jarak dari Alkid sekitar 500 meter saja. SImak juga Gereja Belenduk di Kota Tua Semarang Penutup Yogyakarta memang merupakan tempat wisata budaya yang mengagumkan, banyak hal yang dapat kita temui ketika mengunjungi Kota Istimewa yang satu ini. Ketika berada di Yogyakarta sempatkan waktu untuk mengunjungi Alun-Alun Kidul atau Alun-Alun Selatan ini, dan cobalah melakukan Ritual Laku Masangin. Alun-Alun Kidul Yogyakarta adalah destinasi populer yang menawarkan Pesona Jogja di malam hari. Nikmati suasana kota yang indah dengan pemandangan yang memukau. Jangan lewatkan pengalaman menakjubkan ini di Yogyakarta. Alun-alun Kidul Yogyakarta Harga Tiket Masuk Gratis. Jam Buka 24 Jam. Nomor Telepon -. Alamat / Lokasi Jl. Alun-Alun Kidul, Patehan, Kraton, Yogyakarta, DI Yogyakarta, Indonesia, 55133. Alun-alun Kidul Yogyakarta menawarkan pesona Jogja di malam hari, dan menjadi destinasi yang semakin diminati oleh wisatawan dari berbagai kalangan. Dahulu dipercaya sebagai tempat untuk menenangkan hati dan beristirahatnya para dewa, kini tempat ini menjadi tujuan wisata yang Titik Nol Kilometer Jogja Sejarah, Daya Tarik & LokasiDi sini, pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan seperti wisata kuliner Jogja, menyewa kereta hias, dan berburu foto. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi Alkid saat berada di Tentang Alun Alun KidulAlun-Alun Kidul Yogyakarta Tiket Masuk Gratis Buka 24 JAMAktivitas Wisata Di Alun-Alun Kidul YogyakartaMasanginNaik Kereta HiasWisata Kuliner Malam HariPertunjukan KhususKandang Gajah Dan Cilok GajahanFasilitas Sekitar Alkid YogyakartaLokasi Alun-Alun Kidul YogyakartaSekilas Tentang Alun Alun KidulAlun-alun Kidul, atau yang populer disingkat sebagai Alkid, merupakan bagian dari kompleks Alun-alun Jogja yang terdiri dari Alun-alun Utara dan Alun-alun Kidul, dan terletak di sisi selatan Keraton. Meski pada pandangan awal, Alkid nampak tidak berbeda jauh dengan Alun-alun Utara, namun ukurannya lebih kecil dan dikelilingi oleh pagar keraton yang pohon beringin yang tumbuh berdampingan menjadi ikon dan daya tarik utama Alkid bagi para wisatawan yang berkunjung. Pada masa lampau, Alkid digunakan sebagai tempat latihan bagi para prajurit Keraton, namun seiring berjalannya waktu, tempat ini berubah menjadi ruang publik yang dapat dinikmati oleh masyarakat sore menjelang dan malam mulai tiba, area sekitar Alkid mulai dipadati oleh pedagang makanan dan jajanan dengan berbagai macam menu andalannya. Anda dapat bersantai dan menikmati keindahan kota Yogyakarta sembari menikmati hidangan lezat yang tersedia untuk mengisi hanya itu, berbagai macam permainan menarik juga dapat Anda coba, mulai dari permainan tradisional hingga mainan modern, semuanya tersedia di Alkid. Oleh karena itu, tidak mengherankan bila tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh para wisatawan, terutama ketika malam hari Kidul Yogyakarta Tiket Masuk Gratis Buka 24 JAMUntuk mencapai Alun-alun kidul Yogyakarta, cukup menyusuri jalan Wijilan ke arah selatan sejauh nol kilometer. Alun-alun ini awalnya difungsikan sebagai arena uji ketangkasan prajurit keraton, namun sekarang telah beralih fungsi menjadi ruang publik bagi masyarakat masuk dan jam operasional di sini tidak memiliki patokan yang pasti. Siapa saja dapat mengunjungi tempat ini secara gratis dan kapan saja. Waktu terbaik untuk mengunjungi Alkid adalah pada sore hari, karena suasana yang berbeda akan terlihat di sana menjelang senja. Para pedagang bermunculan untuk menata dagangan Taman Pintar Yogyakarta Tiket Masuk, Wahana & LokasiTidak heran jika taman ini menjadi salah satu tempat wisata favorit di Yogyakarta. Meskipun gratis, pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas wisata di Wisata Di Alun-Alun Kidul YogyakartaBanyaknya kunjungan ke Alkid telah mendorong para pedagang untuk semakin kreatif dalam menyajikan berbagai jenis dagangan yang menarik. Para pengunjung juga seringkali menghabiskan malam di Alkid karena terpukau oleh semarak lampu lampion yang menghiasi lingkungan dan beragam jenis hiburan yang tersedia. Di antara berbagai keseruan yang dapat dinikmati, berikut beberapa aktivitas yang sayang sekali jika dilewatkanMasanginMasangin merupakan salah satu mitos yang terkenal di Alkid Yogyakarta. Ritual Masangin dilakukan di antara dua pohon beringin besar yang berada di tengah-tengah Alkid. Dalam ritual ini, seseorang harus berjalan melewati antara dua pohon beringin dengan mata tertutup. Konon, hanya mereka yang memiliki hati yang bersih dan suci yang dapat melewati beringin kembar di ini menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang ingin membuktikan kebenarannya. Namun, selain sebagai kegiatan ritual, aktivitas ini juga memberikan keuntungan bagi para pedagang di sekitar Alkid. Jika Anda tidak membawa penutup mata, Anda dapat menyewa penutup mata dengan harga Taman Sari Yogyakarta Sejarah, Harga Tiket Masuk & LokasiMeski terdapat beberapa kontroversi seputar kebenaran mitos Masangin, namun hal tersebut tidak memengaruhi minat wisatawan yang ingin mencoba kegiatan ini. Selain itu, bagi mereka yang ingin mencoba pengalaman unik di Alkid, ritual Masangin menjadi salah satu kegiatan yang sangat menarik untuk Kereta HiasUntuk mengelilingi Alun-Alun Kidul Yogyakarta, para pengunjung tidak perlu bersusah payah berjalan kaki. Di sini tersedia berbagai pilihan kendaraan, mulai dari sepeda tandem, becak mini, hingga andong mini yang dapat disewa. Semua kendaraan dilengkapi dengan lampu hias beragam corak yang menambah semarak malam hari di Alkid pengunjung yang mengabadikan momen ini sambil mengelilingi alun-alun dengan kendaraan hias. Terdapat juga jasa fotografer yang siap mengambil foto terbaik Anda. Bagi Anda yang ingin merasakan keseruan mengelilingi Alun-Alun Kidul Yogyakarta dengan kendaraan hias, cukup siapkan uang antara hingga menyenangkan, pengalaman mengelilingi Alun-Alun Kidul Yogyakarta dengan kendaraan hias juga memberikan kesempatan bagi para wisatawan untuk melihat pemandangan indah sekitar alun-alun. Dengan bantuan lampu hias yang beragam, suasana malam hari di Alkid semakin terasa akrab dan hangat. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati oleh para wisatawan di Alkid Kuliner Malam HariAlun-Alun Kidul Yogyakarta menjadi destinasi favorit bagi para pengunjung yang ingin mencicipi makanan khas Jogja. Setelah lelah mengitari alun-alun, pengunjung dapat beristirahat sejenak di angkringan atau warung lesehan yang tersedia di sekitar area Alkid. Di sana, pengunjung dapat menikmati beragam makanan mulai dari camilan ringan hingga hidangan Museum Benteng Vredeburg Sejarah, Tiket Masuk & LokasiWarung-warung tersebut menyajikan berbagai jenis camilan dengan rasa yang unik dan lezat, serta sajian khas Yogyakarta yang terkenal seperti Wedang Ronde dan Bajigur. Pengunjung dapat merasakan sensasi duduk bersila di atas tikar dan menikmati kuliner dengan suasana yang nyaman dan santai di angkringan atau warung lesehan sekitar KhususPada hari Sabtu di minggu kedua, pengunjung Alkid akan dimanjakan dengan pertunjukan wayang yang berlangsung sepanjang malam di Sasono Hinggil Dwi Abad. Selain itu, menjelang upacara Grebeg, pengunjung dapat menyaksikan para prajurit keraton yang sedang berlatih di Alun-Alun Kidul Yogyakarta dalam geladi bersih upacara ini tentunya akan menambah daya tarik Alkid sebagai tempat wisata yang kaya akan budaya dan Gajah Dan Cilok GajahanGajah-gajah keraton yang dahulu tinggal di kandang ini telah dipindahkan ke Kebun Binatang Gembira Loka. Dulunya, gajah-gajah ini dijadikan hiburan bagi anak-anak yang berkunjung ke Alun-alun Kidul. Gajah-gajah ini juga menjadi simbol kebijaksanaan Keraton kandang gajah ini menjadi kenangan bagi para pengunjung yang pernah bermain bersama gajah-gajah keraton. Namun, kini kandang gajah tersebut dikenal sebagai area Gajahan yang memiliki daya tarik tersendiri. Di sini, pengunjung bisa menemukan Cilok Gajahan yang terkenal dan sempat viral. Agar bisa menikmati cilok Gajahan yang murah dan enak ini, pengunjung harus bersabar untuk Pasar Beringharjo Jogja Sejarah, Jam Buka & LokasiTidak jarang, banyak pengunjung yang datang dari berbagai daerah sejak pagi untuk mendapatkan antrean cilok Gajahan. Jangan kaget jika di area Gajahan sudah ada antrean panjang sebelum penjualnya Sekitar Alkid YogyakartaAlun-alun Kidul telah dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap, termasuk toilet umum, halte bus, area parkir, dan berbagai fasilitas umum lainnya. Di sekitar Alkid, juga tersedia berbagai pilihan penginapan mulai dari kelas ekonomi hingga bisnis, sesuai dengan kebutuhan dan anggaran wisata ini berlokasi di Jalan Alun-Alun Kidul, Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta dengan kode pos 55133. – Cerita hari pertama liburan ke Jogja bersama keluarga ala backpacker, jalan-jalan keliling ke Keraton Yogyakarta sampai Alun-alun Kidul Jogja. Tidak ada Indomaret dan Alfamart. Kami sampai di Pondok 71 Jogja pukul 3 sore kurang. Setelah itu istirahat sebentar, makan sore, lalu jalan-jalan malam harinya. Alasan kami menginap di sini tentu saja karena ingin liburan murah di Jogja ala backpacker sehingga pesan penginapan yang murah saja. Waktu itu belum kenal sama aplikasi pemesanan hotel, jadinya pesan masih manual. Kamar Pondok 71 Jogja Yang Penuh Nyamuk Sebelum jalan-jalan, mengingat kamar yang kami dapat begitu banyak nyamuknya, maka terpaksa kami sibuk membasmi nyamuk. Setelah itu, baru kami beres-beres dan mandi. Segar sekali rasanya mandi setelah perjalanan yang cukup jauh. Setidaknya mandi dapat membuat badan menjadi lebih segar. Makan Di Kaki Lima Jogja Pukul 5 sore, perut kami pun mulai keroncongan. Sambil jalan-jalan sore menikmati Kota Jogja, kami jalan kaki ke arah timur, sambil mencari warung makan yang buka. Belum jalan terlalu jauh, kami lihat ada tenda-tenda warung makan yang buka. Kami menuju tenda seafood kaki lima yang terlihat sudah mulai buka. Sebenarnya, kami datang kepagian, si penjual belum siap sepenuhnya melayani pembeli, karena masih menata dagangan dan tenda. Berhubung perut sudah benar-benar lapar, kami pun bersedia menanti. Eee, gak taunya ternyata lama juga nunggunya. Lebih dari 10 menit menunggu, dan akhirnya datanglah makanan yang kami pesan. Setelah perut kenyang, kami kembali ke penginapan. Rasa capek belum sepenuhnya hilang. Dan kami pun duduk-duduk istirahat sambil menunggu adzan Maghrib. Nikmati juga Makanan Khas Jogja. Jalan Keliling Kompleks Keraton Hingga Alun-alun Kidul Jogja Kami adalah orang asing, yang tidak tahu Jogja. Ketidaktahuan inilah yang membuat kami agak malu juga kalau mengingat ingat kenangan hari pertama di Jogja bersama Mama dan Alya. Jalan-jalan kayak orang hilang dari keraton sampai alun-alun kidul Jogja. Jalan kaki Selepas magrib, kami memutuskan untuk jalan-jalan. Kami pun keluar dari penginapan, lalu menyeberang jalan, dan selanjutnya jalan ke kiri menuju Pojok Benteng Barat. Sebelum Benteng, kami jumpai ada jalan ke kanan, yang ternyata jalan menuju komplek keraton. Kami pun jalan kaki ke sana, berharap dapat menemukan Indomaret atau minimarket lainnya. Suasana sepi Ternyata jalanan di situ sangatlah sepi, tidak ada orang yang nongkrong di depan rumah. Padahal rumah berderet-deret. Tidak ada pula orang yang jalan kaki. Jadilah kami adalah satu-satunya orang yang jalan kaki di daerah situ. Sesuatu yang sangat ganjil. Benar-benar tidak ada orang yang jalan kaki seperti kami. Kami seperti orang aneh, yang malam-malam jalan kaki di daerah situ. Namun, kami tetap jalan ke depan, melihat kanan kiri siapa tahu kami temukan minimarket. Dan hasilnya nihil. Sama sekali tidak ada. Warung pun jarang kami jumpai. Makan Di Warung Angkringan Keraton Setelah jalan lumayan jauh, kami memutuskan untuk berhenti di warung angkringan. Memesan jahe susu dan gorengan untuk menghangatkan badan. Gak ada Indomaret dan Alfamart di Kompleks Keraton Jogja Indomaret, ilustrasi Sambil medang, kami ngobrol ngobrol dengan pemilik warung. “Bu, di sini kok gak ada Indomaret ya” Tanyaku membuka pembicaraan. “Oiya mas, di daerah keraton ini memang gak boleh ada minimarket. Di sini cuma boleh ada warung-warung dan juga pasar, yang letaknya tidak jauh dari sini”. Baru ngeh saya. Mau jalan sejauh apa pun tidak akan saya jumpai Indomaret di sini. Ini adalah daerah steril dari minimarket, dengan tujuan untuk melindungi pasar tradisional. Biasanya, di tempat lain, beberapa meter saja sudah dijumpai banyak minimarket. Jalan kaki = kurang kerjaan Saya pun mengajukan pertanyaan lainnya. “Kok gak ada orang jalan kaki di sini ya bu” “Iya mas, gak ada. Kurang kerjaan amat kalau ada orang jalan-jalan di sini”. Hahaha. Saya pun benar benar malu. Kami ini ternyata orang kurang kerjaan. Selepas ngangetin badan, kami pun kembali berjalan, melewati pasar tradisional yang tadi disebutkan oleh ibu penjual warung, dan jalan lagi menuju arah Alun-alun Kidul. Dan yah, memang benar-benar kurang kerjaan, jalan-jalan di daerah ini. Kami betul betul satu-satunya orang yang jalan kaki. Duh, malu bener, kayak orang hilang. Hmmm, gak lagi-lagi deh jalan kaki di daerah keraton ini. Keramaian Alun-alun Kidul Jogja Di Malam Hari, Asyik Buat Bermain Anak Sudah kepalang tanggung, dan kami sudah jalan jauh pula, kami pun terus melanjutkan perjalanan. Sambil jalan, kami lihat papan penunjuk jalan, dan kami lihat ada penunjuk jalan menuju Alun-Alun Kidul, tertulis cuma beberapa ratus meter saja. Akhirnya kami mengikuti penunjuk jalan itu, masih seperti orang aneh, berjalan sendirian, tanpa ada orang lain yang jalan kaki. Sekitar beberapa menit, kami lihat ada keramaian. Kami pun mendekat dan ternyata itu adalah Alun-alun kidul Jogja, yang sungguh ramai pengunjung. Terlihat mobil-mobilan andong dengan lampu warna-warni yang disewakan untuk pengunjung. Melihat sesuatu yang mencolok itu, Alya langsung minta naik. Kami menyewa sebuah andong, kami gowes keliling Alun-alun. Sepanjang perjalanan Alya terlihat ceria sekali sambil bernyanyi-nyanyi. Kami berjalan mengelilingi alun-alun, yang ternyata cukup macet juga, mengingat banyak mobil dan motor yang melintas. Kami kemudian jalan pelan-pelan sambil menikmati malam Kota Jogja. Keramaian tidak hanya di pinggiran, di tengah lapangan pun terlihat para penjual dan pengunjung yang memadati alun-alun. Sesuatu yang belum pernah saya jumpai di Lampung. Setelah cukup lama menikmati keramaian Alun-alun Jogja, kami memutuskan pulang. Kami menyewa becak untuk mengantarkan kami menuju Pondok 71, dengan tarif cukup 15ribu saja. Untuk jalan kaki, kami sudah tidak sanggup lagi. Abang tukang becak mengantarkan kami melalui jalan yang bukan kami lalui tadi, dan sampailah kami di penginapan. Kami pun tertidur dalam kecapekan, mengumpulkan tenaga untuk jalan-jalan di hari kedua di Jogja, Keliling Malioboro, Candi Prambanan, dan Candi Sewu. foto by Alamat Jalan Alun Alun Kidul, Patehan, Kraton, Daerah Istimewa Yogyakarta 55133 Map Klik Disini Jam Buka 24 Jam No. Telp- Harga Tiket Masuk❤️Rute Perjalanan❤️Fasilitas Alun2❤️Tentang Alun2 Jogja❤️Aktivitas Menarik❤️ Harga Tiket Masuk❤️ HTM Gratis Parkir Motor Rp Parkir Mobil Rp foto by Alun2 Jogja terdiri dari dua yakni Lor dan Kidul, untuk bisa memasuki kawasan ini pun kamu tidak perlu mengeluarkan kocek tiket masuk. Paling kamu hanya akan membayar karcis parkir jikalau membawa kendaraan pribadi, untuk motor tarifnya 3ribu sedangkan mobil 5ribu. Tak perlunya membayar tiket masuk ke Alun2 Jogja, membuat tempat ini menjadi destinasi wisata nomor wahid yang wajib dikunjungi oleh wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta. Sehingga tempat ini menjadi destinasi wisata gratis paling favorit baik di kalangan masyarakat lokal maupun wisatawan. Selain sekadar duduk santai biasa, para pengunjung juga bisa menyewa beberapa alat permainan seperti penutup mata untuk melakukan aktivitas Masangin tarifnya 3ribu, sepeda Tandem 10ribu, Becsk Mini tarifnya menyesuaikan alias sesuai dengan negoan pengunjung, dan Odong2 3ribu-6ribu. Rute Perjalanan❤️ foto by Alun2 Kidul Jogja lokasinya mudah sekali dijangkau karena letaknya berapa di pusat Kota. Alun2 Kidul Jogja ini pun lokasinya berdekatan dengan beberapa landmark Kota Jogja seperti Malioboro, Tamansari, dan Alun2 Utara. Jarak dari pusat kota Jogja sekitar 1,7 kilometer saja dengan estimasi waktu perjalanan menggunakan sepeda motor ialah sekitar 5 menit. Selain menggunakan sepeda motor, kamu bisa menjangkau wisata ini dengan menggunakan delman, becak, ataupun jalan kaki lho. Rute Alun2 Jogja dari Malioboro atau Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta adalah ke arah Selatan menuju Jalan Pangurakan. Sampai di perempatan beloklah ke arah Timur melewati Jalan Alun2 Utara. Setelah melewati Jalan Ibu Ruswo, beloklah ke Selatan menuju Jalan Wijilan-Jalan Panembahan Mangkurat. foto by Sesampainya di perempatan Panembahan Mangkurat luruslah ke arah barat menuju Jalan Langenastran Lor sampai dengan pertigaan Alun2 Kidul Yogyakarta. Jika kamu tertarik menggunakan bus kota, pilihlah Jalur 5 dengan jurusan Plengkung Gading. Dari halte kira2 kamu harus berjalan kaki lagi selama 5 menit untuk sampai di Alun2 Kidul. Fasilitas Alun2❤️ Menjadi salah satu destinasi wisata malam paling favorit di Jogja, membuat tempat ini dilengkapi dengan fasilitas2 yang dapat menunjang kenyamanan para pengunjung. foto by Beberapa fasilitas yang bisa dinikmati oleh para pengunjung diantaranya seperti jasa penyewaan penutup mata untuk melalukan ritual Masangin, Sepeda Tandem, Becak Mini, Odong-odong, Penjual makanan dan minuman, jajanan sd seperti cilok, otak2, tempura, roti bakar, jagung bakar, wedang ronde dan juga wedang bajigur. Tentang Alun2 Jogja❤️ Seperti yang kita ketahui bahwa Kota Yogyakarta mempunyai dua Alun-alun, yaitu area Kidul yang biasa digunakan sebagai tempat bermain dan bersantai oleh para wisatawan atau masyarakat lokal dan wilayah Utara memiliki fungsi sebagai lokasi penyelenggaraan acara2 massal. Sebelum dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Jogja, tempat ini dulunya pada masa Kasultanan Yogyakarta digunakan untuk tempat melatih ketangkasan dan latihan perang para prajurit keraton seperti memanah sambil duduk bersila, berkuda, lomba adu harimau, dan masangin. foto by Awal mula ritual Masangin berasal dari latihan konsentrasi yang dilakukan oleh prajurit keraton tersebut. Dimana para prajurit akan ditutup matanya lalu dilatih untuk berjalan melewati dua pohon beringin yang berada ditengah2. Dari situlah muncul mitos, siapa saja yang bisa melewati kedua pohon beringin itu dengan mata tertutup maka niscaya permohonannya akan terkabul. Sampai dengan saat ini tidak ada satu orang pun yang berhasil melewati Pohon Beringin tersebut, meskipun sudah berkonsentrasi namun arahnya selalu saja berbelok. Aktivitas Menarik❤️ 1. Menikmati Kuliner Khas Jogja foto by Salah satu aktivitas yang tidak boleh sampai dilewatkan begitu saja saat berada di Alun2 Kidul Jogja ialah menikmati Kuliner Khas Jogja. Kuliner Jogja yang ada di kawasan ini macamya cukup banyak, rasanya enak, dan harganya pun sanga terjangkau. Kuliner yang bisa kamu nikmati seperti Sate Klatak, Gudeg, Angkringan Kopi Jos, Bakmi Jawa, Oseng Mercon, Wedang Ronde, Wedang Bajigur, dan lain-lain. Angkringan menjadi salah satu kuliner paling banyak diburu oleh wisatawan. Kuliner Jogja yang ada disini semuanya menggoda dan menggugah selera. 2. Naik Sepeda & Odong-odong Hias foto by Waktu paling pas untuk mengunjungi Alun2 Kidul Jogja adalah saat malam hari. Dimana kamu bisa menyewa Sepeda Hias ataupun Odong-odong untuk berkeliling alun2. Kamu akan dibawa mengitari seluruh sisi Alun2 dengan sepeda dan odong2 yang sudah dihias dengan lampu kerlap-kerlip. 3. Ritual Masangin foto by Ritual Masangin menjadi salah satu aktivitas yang tidak ketinggalan juga dilakoni oleh para pengunjung Alun2 Kidul Kota Jogja. Kamu bisa menyewa penutup mata terlebih dahulu sebelum melakukan permainan ini. Setelah itu matamu akan ditutup dan badanmu diputar2 sedikit untuk memecah konsentrasi, selanjutnya rasakanlah sendiri sensasinya berjuang melewati batas tengah kedua pohon beringin tersebut. 4. Mengunjungi Keraton Jogja foto by Di dekat Alun2 Kidul Jogja juga terdapat wisata lain yang bisa kamu kunjungi salah satunya yakni Keraton Jogja. Selain menjadi tempat tinggal keluarga Sultan, tempat ini juga dimanfaatkan untuk lokasi pertunjukan seni. Bangsal yang ada di Keraton dimanfaatkan sebagai tempat untuk pertunjukan seni seperti wayang kulit, tarian tradisional, dan pembacaan naskah sastra. Selain di Keraton, kamu juga bisa menyaksikan pertunjukan Wayang Kulit di Meseum Sonobudoyo. Si Gundul adalah nama Penanya, punya hobi jalan jalan, membaca, menulis dan mendengarkan musik adalah seorang penulis berasal dari Ungaran Kabupaten Semarang. Selain jadi Mahasiswa, Dia adalah salah satu penulis yang aktif mengunggah karya tulisnya di dan

alun alun kidul jogja malam hari